• Kitoma Indonesiat

    Kitoma Indonesia

    Kitoma Indonesia bergerak dibidang Penjualan Alat-alat Industri automation, Technical Support, Service, Repair, Maintenance, General Trade Automation Control for Industries.

  • Inverter

    Inveter

    Kitoma menjual Inverter dengan berbagai macam merk dan tipe.

  • Service - Repair

    Service - Repair

    Kitoma Indonesia dengan dukungan Lab dan Tenaga Ahli yang sudah berpengalaman, kami siap membantu anda dalam memperbaiki (Repair - Service) semua jenis Produk Inverter, PLC, Servopack, Servo Motor, baik seri terbaru maupun seri lama untuk kebutuhan Mesin Produksi.

  • Automation Product

    Automation Product

    Menjadi Perusahaan penyedia peralatan Industri Automation, Teknikal Support, Service, Repair, Maintenance, General Trade Automation Control dengan kualitas terbaik.

  • Development

    Development

    Kitoma Indonesia berusaha untuk mencarikan solusi yang tepat guna memenuhi keinginan customer. Solusi yang ditawarkan mempunyai kualitas yang baik, harga yang bersaing dan didukung dengan pelayanan guaranty service dan sparepart.

  • Programmable Logic Control

    Programmable Logic Control

    Mitsubishi PLC, Omron PLC, Yaskawa PLC, etc.

Code & Trik Unik pada Google

1 komentar

Google selama ini yang kita kenal adalah salah satu raksasa mesin pencari di dunia yang banyak diakses banyak orang. Tapi tahu kah anda, ternyata terdapat banyak code-code unik yang tersimpan pada googe. Apasaja itu, yuk kita liat

1. "askew"

Coba ketikan kata "askew" (tanpa tanda petik) pada kolom search/pencarian di google.com
Kemudian lihat apa yang terjadi, maka anda akan melihat situs google terlihat miring.




2. "Do A Barrel Roll"

Code yang kedua ini cukup menarik, coba ketikan "do a barrel roll" pada kolom pencarian google kemudia enter. Lihat apa yang akan terjadi, halaman pencarian google akan berputar satu kali searah jarum jam.







3. "Zerg Rush"

Coba anda ketik code "zerg rush" pada halaman pencari google. Lihat apa yang muncul, maka satu persatu tulisan/konten akan hancur dan menghilang tertimpa huruf 'O' yang terus mendesak ke bawah sampe seluruh konten akan hilang.


Terakhir akan muncul seperti gambar di bawah ini



4. Google mirror/google terbalik

Trik ini akan membuat semua halaman google akan terlihat terbalik, bahkan saat mengetikkan kata kunci-pun hasil pencariannya akan terbalik. Trik-nya cukup sederhana, ketikan di browser anda : "elgoog.im"  maka halaman google akan terlihat seperti gambar berikut : Lihat sini







5. Google Space

Trik berikutnya google space, dengan mengetikkan www.mrdoob.com/projects/chromeexperiments/google-space/ di browser anda, maka tampilan halaman google akan serasa berada di atas angkasa, seluruh isi content akan melayang-layang dengan ringan. Sekarang coba ketikan keyword/katakunci, maka hasilnya akan tetap sama. Semua hasil pencarian akan terlihat melayang.   Lihat sini




6. Google lingkaran

Trik ini terlihat unik manakala seluruh isi konten akan berkumpul berputar melayang yang membentuk lingkaran. Uniknya pada trik ini, arah putarannya akan mengikuti kemana arah cursor mouse digerakkan. Lihat sini




7. Google Gravitasi

Trik ini merupakan kebalikan dari google space. Jika pada google space akan terlihat melayang maka pada trik google gravitasi ini semuanya justru akan jatuh kebawah sampe hancur. Klik sini


Menarik bukan, silakan dicoba!




Read more

Komunikasi Data PLC Omron menggunakan Visual Basic

0 komentar
Komunikasi Data
Penggunaan bahasa pemrograman berbasis objek sudah sangat lazim digunakan dalam merancang Komunikasi Data. Vendor perangkat lunak menawarkan bahasa dengan karakter tersebut dengan sebuah kosa kata yang cantik, yakni Visual, sehingga kita kenal Delphi milik Borland, Visual C++, Visual Basic, atau Oracle, PowerBuilder, Visual dBase, Visual Foxpro, untuk aplikasi database. Tak terkecuali dalam aplikasi sistem kontrol industri, perangkat yang ditawarkan para vendornya juga semakin mendukung penggunaan pemrograman visual. Seperti Visual Basic, misalnya, kalangan industri sistem kontrol memberikan peluang untuk pengembangan sistem mereka dengan bahasa ini, terutama di kalangan pengguna sistem berbasis Windows. Yokogawa, ABB, Wonderware, adalah nama yang bisa disebutkan untuk hal ini.

Dalam artikel ini, kita akan mengetengahkan bagaimana Visual Basic digunakan mengakses data yang terdapat dalam memori sebuah PLC. Bahasa yang kita gunakan ialah Visual Basic 4.0 dan PLC-nya dari keluarga Omron. Komunikasi dilakukan melalui port serial. Aplikasi ini dibangun sebagai implementasi konsep dasar pertukaran data antara PLC dengan PC, dan membuka jalan bagi eksplorasi permasalahan komunikasi data lebih jauh dalam sistem kontrol industri. Pengesetan nilai setpoint parameter proses merupakan contoh utama penerapan program ini.


Rancangan Aplikasi

Pada aplikasi ini, kita mengisikan sebuah data diskret ke PLC. Masukan yang kita berikan dari antarmuka Visual Basic ini akan ditunjukkan dalam bit indicator pada card I/O PLC . Apabila data adalah bit 1, maka indicator akan menyala. Apabila data nol indicator-nya tidak menyala.


Komunikasi Data PLC Omron


Persiapan Setting Sistem
  • Pengesetan Host Link Units

Host link Unit berfungsi untuk menjembatani PC dalam memonitor status pengoperasian dan lokasi data dari PLC. Dalam hal ini kita menggunakan OMRON CQM1-CIF02. Parameter komunikasinya sudah ter-setting standar yaitu :

1. Kecepatan Transmisi.    Baud-rate = 9.600 bps

2. Format data untuk sebuah karakter.
    Nomor start bits = 1
    Panjang data = 7 bits
    Event (vertical) parity = 1 bits
    Nomor stop bits = 2

  • Pengesetan PC/Komputer

PC diset melalui pemrograman / penulisan kode, yaitu dengan men-set properti kontrol komunikasi. Pengesetan parameter kecepatan transmisi dan format data pada properti harus benar-benar sama dengan pengesetan pada Host link Unit.
Alokasi Data dan Memori CPU PLC
Sebelum melangkah ke pemrograman kita harus mengetahui alokasi data di dalam CPU PLC ini, yang mempunyai nama seri Omron Sysmac C200HS. Di sini alokasi data diatur dalam bagian-bagian dengan nama yang relevan dengan kegunaan data. Misalnya data untuk timer dan pencacah, disimpan dalam Timer Counter Area, atau disingkat TC. Detailnya dapat dilihat pada tabel 1.



Area Kapasitas Jangkau Keterangan
I/O Area 480 bits IR 000 s.d. IR 029 Word I/O dialokasikan untuk rak CPU berdasarkan posisi slot.1
Group-2 High-density
I/O Unit Area
320 bits IR 030 s.d. IR 049 Dialokasikan untuk Group-2 High-density I/O unit 0 s.d. 9.1
SYSMAC BUS Area 800 bits IR 050 s.d. IR 099 Dialokasikan untuk Remote I/O Slave Racks 0 s.d. 4.1
Special I/O Unit Area 1,600 bits IR 100 s.d. IR 199 Dialokasikan untuk Special I/O Unit 0 s.d. 9.1
Optical Unit Area 512 bits IR 200 s.d. IR 231 Dialokasikan untuk Unit I/O Optis.1
Work Area 1 64 bits IR 232 s.d. IR 235 Untuk penggunaan bit-bit pada program (work bit).
Special Relay Area 1 312 bits SR 23600 s.d. SR 25507 Mengandung jam sistem, flag, bit kontrol, dan informasi status
Special Relay Area 2 704 bits SR 256 s.d. SR 299 (298 s.d. 299 reserved by system) Mengandung flag, bit kontrol,dan informasi status 
Macro Area 64 bits SR 290 s.d. SR 293 Input
64 bits SR 294 s.d. SR 299 Output
Work Area 2 3,392 bits IR 300 s.d. IR 511 Sebagai work bit dalam program.
Temporary Relay Area 8 bits TR 00 s.d. TR 07 Digunakan untuk menyimpan dan mengambil kondisi eksekusi ketika memprogram tipe tertentu dari diagran ladder.
Holding Relay Area 1,600 bits HR 00 s.d. HR 99 Digunakan untuk menyimpan data dan menjaga nilai data ketika catu daya PLC off. 
Auxiliary Relay Area 448 bits AR 00 s.d. AR 27 Mengandung flag dan bit untuk fungsi khusus, dan menjaga status selama catu daya gagal.
Link Relay Area 1,024 bits LR 00 s.d. LR 63 Digunakan untuk link data pada Sistem Link PLC.1
Timer / Counter Area 512 counters / timers TC 000 s.d. TC 511 Digunakan untuk menentukan timer, dan pencacah, serta flag selesai, PV dan SV. Timer interval timer 0 sampai 2 and pencacah kecepatan tinggi 0 sampai 2 diberikan di area terpisah.
TIM 000 s.d. TIM 015 dapat di-refresh refreshed via proses interrupt sebagai timer kecepatan tinggi..
Data Memory Area 6,144 word DM 000 s.d. DM 6143 Baca/Tulis
Holding Relay Area 1,000 word DM 000 s.d. DM 0999 Normal DM.
1,000 word DM 1000 s.d. DM 1999 Special I/O Unit Area.2
4,000 word DM 2000 s.d. DM 5999 Normal DM
31 word DM 6000 s.d. DM 6030 History log
(44) word DM 6100 s.d. DM 6143 Link test area (reserved)
Fixed DM Area 512 word DM 6144 s.d. DM 6599 Fixed DM Area (read only)
56 word DM 6600 s.d. DM 6655 PLC Setup
Expansion DM Area 3,000 word max. DM 7000 s.d. DM 9999 Read only
Tabel 1 Alokasi tempat data dan memory data pada CPU OMRON C-200HS.


Note :
  1. Dapat digunakan sebagai work word dan work bit ketika tidak digunakan untuk tujuan alokasi mereka.
  2. Setup PC dapat diset untuk penggunaan DM 7000 sampai DM 7999 sebagai Area I/O Spesial.


Pemaketan Data

Agar dapat membaca ataupun menulis, satu rangkaian data harus dikirim dengan bentuk paket terstruktur yang disebut frame. Masing-masing lokasi data atau memori data mempunyai bentuk frame yang berbeda. Dalam contoh disini kita menuliskan data pada lokasi data IR (Internal Relay). Frame penulisannya:





Pemrograman Visual Basic

Berdasarkan data resource dan rancangan sistem kita, maka kita bisa memulai pembuatan program yang kita butuhkan. Dalam aplikasi ini window yang kita buat sebagai antarmuka aplikasi merupakan window sederhana dengan jumlah objek minimum yang mencukupi. Objek ini kita butuhkan sebagai bagian dari perangkat komunikasi serial dalam perangkat lunak. Untuk ini kita buat ambil sebuah objek komunikasi dengan nama default Comm1, dan tiga buah text box dan label yang sesuai.

Algoritma program meliputi pengaktifan port, pembacaan isi port, pembuatan frame data yang memenuhi syarat bisa dibaca PLC, yakni dengan frame yang telah kita sebutkan di atas, pengiriman data, dan pembacaan respon dari PLC. Pengecekan isi buffer merupakan opsional (tambahan saja).


Kode Program

Pengaktifan Port

Private Sub Form_Load()
Comm1.CommPort = 2
Comm1.Settings = "9600,E,7,2"
Comm1.PortOpen = True
End Sub



Properti  CommPort  bertugas men-set nomor serial port yang digunakan oleh PC. Karena kita menggunakan port COM 2 dan nama kontrol komunikasinya adalah Comm1, maka kodenya Comm1.CommPort = 2.

Properti Settings bertugas men-set baud rate, parity, data bits dan stop bits COM2. Dalam hal ini baud-rate = 9.600 bps, nilai parity = even, panjang data 7 bits dan stop bit =2.

Properti PortOpen bertugas men-set keadaan COM 2, terbuka atau tertutup. Karena kelompok kode di atas dieksekusi pada saat awal program komunikasi di run, maka isinya  Comm1.PortOpen = True.
Perhitungan FCS dan Pengiriman data.

FCS (Frame Check Sequence) adalah hasil konversi 8-bit data ke 2 digit karakter ASCII. Ke 8-bit data merupakan hasil dari exclusive OR secara berurut (sequence) karakter pertama hingga karakter terakhir pada sebuah frame. Perhitungan FCS ini kita letakkan dalam event kotak perintah (command box).

        Private Sub Command1_Click()
    Dat$ = Text1.Text
    L = Len(Dat$)
    A = 0
    For I = 1 Sd L
    Opo$ = Mid$(Dat$, I, 1)
    A = Asc(Opo$) Xor A
    Next I
    FCS$ = Hex$(A)
    If Len(FCS$) = 1 Then
    FCS$ = "0" + FCS$
    End If
    DatTX$ = Dat$ + FCS$ + "*" + Chr$(13)
    Comm1.Output = DatTX$
    End Sub



Paket data akan yang dikirim diletakan dalam variabel DatTX$.

Pengambilan Respons PLC dari Buffer

Setiap kejadian pembacaan data ataupun penulisan harus melibatkan 2 perintah, yaitu kirim data dan terima respon. Perintah terima respon bertujuan agar buffer tetap bersih/kosong pada saat awal dan akhir kejadian, sehingga data yang terbaca tidak tercampur oleh sisa data (respon) dari kejadian sebelumnya.


Private Sub Command2_Click()
Text2.Text = Comm1.Input
End Sub
Hasil pembacaan diletakkan pada Text2.

Pengecekan isi buffer

Private Sub Command3_Click()
Text3.Text = Comm1.InBufferCount
End Sub
Properti InBuffercount bertugas untuk mengetahui jumlah karakter di dalam buffer. Jadi dalam hal ini Text3 berguna untuk memonitor jumlah karakter dalam buffer.


Interface Palikasi


 Gambar 2 : Window Sederhana untuk Antarmuka Aplikasi.



Eksekusi Program

Sebelum program dijalankan, kita pastikan dulu bahwa semua peralatan telah dihubungkan secara benar, dan masing-masing telah di-set sesuai dengan ketentuan di atas. CPU dan I/O Card kita tempatkan pada panelnya dan koneksi kabel Host Link pada port serial dihubungkan dengan benar. Setelah dipastikan siap, barulah program kita jalankan. Dalam hal ini kita bisa melakukannya melalui lingkungan dalam Visual Basic, maupun program kompilasi .EXE.



Tampilan Komunikasi Data PLC omron

 Gambar 3: Hasil Eksekusi


Antarmuka aplikasi akan tampak seperti window pada gambar 2. Pada antarmuka ini, data yang kita kirim harus sudah diketik oleh pengguna dalam bentuk frame tanpa "*" dan "|" (karena keduanya sudah kita tuliskan dalam kode program). Setelah diketikkan isi datanya, baru kita tekan tombol Transmit.

Tampak bahwa isiannya ialah @00WR0110FFFF, yang berarti:

Channel : 110 atau 0110 dalam 4 digit desimal
Data: FFFF dalam heksa

 


Setelah kita tekan Transmit kita tekan Response, untuk mendapatkan data respon dari PLC (yang merupakan pengecekan apakah data yang kita kirim telah diterima PLC). Dengan method Input PLC akan memberi respon dengan frame @00WR0045*|, yang berarti data telah diterima PLC.

Dengan menekan tombol Buffer, isi buffer diketahui kosong, karena telah didahului proses pengambilan isinya melalui penekanan tombol Response.

Dengan proses di atas kita telah berhasil membuat sebuah antarmuka komunikasi dasar antara komputer dengan mesin PLC kita. Dengan kemudahan pemrograman visual, aplikasi ini tentu amat potensial dikembangkan agar semakin baik dan memudahkan pengguna. Fasilitas penulisan data dalam desimal (misalnya setpoin suhu pada boiler), atau pengesetan alamat secara otomatis dari database yang memuat alokasi memori PLC merupakan contoh pengembangan dalam hal ini. 

PLC Product : Disini
Sumber : www.elektroindonesia.com


Read more

Cara kerja Solenoid Valve

0 komentar
Solenoid Valve (SV) atau Katup listrik adalah katup yang digerakan oleh energi listrik, mempunyai koil sebagai penggeraknya yang berfungsi untuk menggerakan piston yang dapat digerakan oleh arus AC maupun DC, sv mempunyai lubang keluaran, lubang masukan dan lubang exhaust, lubang masukan diberi kode P, berfungsi sebagai terminal / tempat udara masuk atau supply, lalu lubang keluaran, diberi kode A dan B, berfungsi sebagai terminal atau tempat udara keluar yang dihubungkan ke beban, sedangkan lubang exhaust diberi kode R, berfungsi sebagai saluran untuk mengeluarkan udara terjebak saat piston bergerak atau pindah posisi ketika solenoid valve ditenagai atau bekerja.


Cara Kerja Solenoid Valve

prinsip_kerja_Solenoid_Valve.pngSolenoid valve merupakan salah satu alat atau komponen kontrol yang salah satu kegunaannya yaitu untuk menggerakan tabung cylinder, Solenoid Valve merupakan katup listrik yang mempunyai koil sebagai penggeraknya yang mana ketika koil mendapat supply tegangan maka koil tersebut akan berubah menjadi medan magnet sehingga menggerakan piston pada bagian dalamnya ketika piston berpindah posisi maka pada lubang keluaran A atau B dari Solenodi Valve akan keluar udara yang berasal dari P atau supply, pada umumnya Solenoid Valve mempunyai tegangan kerja 100/200 VAC namun ada juga yang mempunyai tegangan kerja DC.


Berdasarkan modelnya sv dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu solenoid valve single coil (satu kumparan) dan solenoid valve double coil (dua kumparan) tapi mempunyai cara kerja yang sama.


Penyebab Rusaknya Solenoid Valve dan Cara Mencegahnya.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas solenoid valve (SV), mempunyai lubang masukan dan keluaran didalamnya guna mengalirkan media yang digunakan, seperti udara yang nantinya akan digunakan untuk menggerakan penggerak seperti cylinder, rotary joint dll, namun ada permasalahan yang sudah umum yang terdapat pada udara, yaitu udara mengandung uap air disebabkan oleh kelembaban dan suhu yang terdapat di dalam pipa atau tabung receiver, kemudian udara tersebut kotor bisa juga dll, yang pada intinya semuanya itu dapat menyebabkan kerusakan pada alat.


Proses terjadinya kerusakan Solenoid Valve.

Pada dasarnya solenoid valve rentan terhadap kerusakan yang diakibatkan dari kualitas udara yang buruk antara lain kotor, mengandung uap air dll sehingga dapat mempengaruhi kerja atau gerakan piston yang terdapat dibagian dalam solenoid valve, pada prinsipnya kondisi piston ini harus selalu bersih dan licin agar gerakannya selalu bebas dan tidak seret, lalu bagaimana proses terjadinya kerusakan, begini, ketika salah satu coil dari solenoid valve menggerakan piston, yang seharusnya piston bergerak dari posisi A ke posisi B, namun karena adanya kemacetan pada bagian piston, maka piston tidak bergerak sama sekali, akibatnya coil solenoid valve menjadi panas akibat dari beban atau piston yang tidak bergerak dan lama-kelamaan coil akan terbakar dan rusak sehingga tidak dapat bekerja lagi.


Penyebab kerusakan Solenoid Valve

Ada beberapa penyebab kenapa solenoid valve mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan kembali dan akhirnya mesin pun akan mengalami kerugian yang cukup besar, pada intinya kerusakan solenoid valve adalah karena pistonnya macet akibat dari :
  • Udara mengandung uap air yang cukup banyak, sehingga menimbulkan karat di blok solenoid valve.
  • Udara kotor, sehingga lama-kelamaan kotoran akan menumpuk dipistonnya.
  • Pada supply udara tidak ada tabung oiler / tabung pelumasan yang berfungsi untuk melumasi piston agar tetap licin dan dapat bergerak dengan bebas.
  • Pada supply udara tidak ada tabung Air Filter yang berfungsi untuk menampung kandungan air agar tidak terbawa masuk ke blok solenoid, sehingga udara tetap kering.

Mencegah Solenoid Valve rusak

Setelah diketahui duduk masalahnya, maka kita akan dengan mudah melakukan upaya pencegahannya, ternyata dari semua sebab diatas itu kalau disimpulkan adalah karena tidak adanya pelumasan dan air filter yang dapat melumasi piston dan dapat menyerap kandungan air sehingga tidak mengalir ke piston, maka dalam hal ini harus dipasang tabung oiler dan air filter, tabung oiler berisi cairan oil khusus yang digunakan untuk melumasi piston agar tidak macet.


Read more

INTRUKSI DASAR PLC (Programmable Logic Controller)

1 komentar


Menyambung Artikel yang sebelumnya disini tentang PLC, sekarang dilanjutkan dengan instruksi-instruksi dasar pada PLC.


Berikut contoh sebagian instruksi-instruksi dasar pada PLC :

1. LOAD (LD) = Perintah ini digunakan jika urutan kerja suatu sistem kontrol hanya membutuhkan satu keadaan  logika. Logika ini mirip dengan kontak relay NO.

Simbol :   
ld.jpg



2. LOAD NOT = Perintah ini digunakan jika urutan kerja sistem kontrol hanya membutuhkan satu kondisi logika. Logika ini mirip dengan kontak relay NC.

Simbol :
   ldnot.jpg   

3. AND = Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol yang lebih dari satu kondisi logika yang harus terpenuhi semuanya untuk mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak relay NO.

Simbol :
  and.jpg


4. AND NOT = Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol yang lebih dari satu kondisi logika yang harus terpenuhi semuanya untuk mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak relay NC.

Simbol : 
andnot.jpg   
  
5. OR = Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol yang lebih dari salah satu kondisi logika yang harus terpenuhi semuanya untuk mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak relay NO.

Simbol :
  or.jpg      


6. OR NOT = Perintah ini digunakan untuk urutan kerja sistem kontrol yang lebih dari salah satu kondisi logika yang harus terpenuhi semuanya untuk mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak relay NC.

Simbol :  
   ornot.jpg


7. OUT = Jika kondisi logika terpenuhi, perintah ini digunakan untuk mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak relay NO

Simbol :
       out.jpg


8. OUT NOT = Jika kondisi logika terpenuhi, perintah ini digunakan untuk mengeluarkan satu output. Logika ini mirip dengan kontak relay NC

Simbol : 
     outnot.jpg



9. TIMER (TIM) dan COUNTER (CNT)

Timer (TIM) dan Counter (CNT) Timer/Counter pada PLC berjumlah 512 buah yang bernomor TC 000 sampai dengan TC 511 (tergantung tipe PLC). Dalam satu program tidak boleh ada nomor Timer/Counter yang sama.

Nilai Timer/Counter pada PLC bersifat menghitung mundur dari nilai awal yang ditetapkan oleh program, setelah mencapai angka nol maka contact NO timer/counter akan ON. Timer mempunyai batas antara 0000 sampai dengan 9999 dalam bentuk BCD dan dalam orde 100 ms. Sedangkan untuk counter mempunyai orde angka BCD dan mempunyai batas antara 0000 sampai dengan 9999.

Instruksi Timer (TIM) :
Pada sebagian besar aplikasi kontrol terdapat peralatan untuk beberapa aspek kontrol pewaktuan (timing). PLC mempunyai fasilitas pewaktuan untuk program yang dapat digunakan. Metode umum dari pemrograman sebuah rangkaian timer adalah untuk menentukan interval yang dihitung dari suatu kondisi atau keadaan

Cara kerja dari instruksi Timer adalah, ketika Timer (TIM 0000) mendapatkan input selama set value akan mengaktifkan contact-contactnya (T0000).
Catatan: dalam satu program alamat nomer Counter dan Timer tidak boleh sama. Misal, jika alamat nomer counter 0000 maka alamat Timer tidak boleh menggunakan alamat 0000. Set value timer adalah set x 10. Sehingga misal set value yang diinginkan 10 detik maka penulisan set valuenya adalah 10 detik x 10 = #100

instruksi_timer.png
 Contoh Instruksi Timer



Simbol TIMER :
    timer.jpg

Keterangan :
Timer aktif bila kondisi eksekusi ON dan reset bila OFF. Pertama dieksekusi TIM mengukur SV dalam orde 0,1 detik.


Instruksi Counter (CNT) :

Cara kerja instruksi counter adalah, Ketika counter (CNT 0000) Mendapat input sebanyak dari set value maka akan mengaktifkan contact C0000 sehingga output (1.00) akan aktif. Sedangkan untuk mereset counter bisa menggunakan input 0.01.

instruksi_counter.png








Contoh Instruksi Counter



Simbol COUNTER:
  cnt.jpg



10. Instruksi COMPARE – CMP(20) = Instuksi ini digunakan untuk membandingkan dua buah data.

Kegunaan :

Membandingkan Cp1 dan Cp2 dan hasil output ke GR, EQ dan LE flag dalam area SR
Range : Cp1 ; data ke-1 yang dibandingkan (IO, AR, DM, TC, LR, #)
Cp2 : data ke-2 yang dibandingkan (IO, AR, DM, TC, LR, #)


cmp.jpg

instruksi_compare1.png








  Contoh Instruksi Compare


Cara kerja instruksi Compare adalah apabila data D100 < D200 maka output (1.02) akan aktif, jika D100 = D200 maka output (1.03) akan aktif, dan apabila D100 > D200 maka output (1.03) yang akan aktif.

11. Instruksi IL dan ILC = IL adalah singkatan dari Inter Lock sedangkan ILC adalah singkatan dari Interlock Clear berfungsi untuk mengunci program.Biasanya IL dan ILC digunakan untuk tombol Emergency.

Cara kerja dari instruksi IL dan ILC adalah, apabila tombol emergency (input 0.02) ditekan maka semua diantara instruksi IL dan ILC tidak akan aktif.

Instruksi_IL_dan_ILC.png











Contoh Instruksi IL dan ILC


12. Instruksi DIFU/DIFD = Aplikasi kontrol ini berfungsi untuk mengaktifkan output selama satu scan.
Instruksi_DIFU_atau_DIFD.png





Contoh Time Chart DIFU/DIFD

Untuk mengaktifkan output selama satu scan selain menggunakan instruksi DIFU / DIFD juga bisa menggunakan contact dengan differentiation up/down. Untuk membuat instruksi contact dengan differentiation up/down yaitu, klik New Contact – Detail>> – Differentiation up / down.

differentiation_up.jpg














Contoh cara membuat instruksi contact dengan differentiation up


13. Instruksi Holding Relay = Holding Relay adalah relay internal yang bisa di pakai untuk menahan system yang sedang bekerja walau aliran supply power off, misalnya jika Sumber Power/ PLN mati, apabila di pasang holding Relay maka proses bisa tetap lanjut tidak mulai dari awal lagi.

Holding_relay.png








Contoh program instruksi Holding Relay


14.  Instruksi MOV = Instruksi ini digunakan untuk memindahkan data
15. Instruksi Scaling/SCL = Instruksi ini digunakan untuk mengkonversi secara linier 4 digit data hexadecimal menjadi 4 digit BCD.


Read more

Programmable Logic Controller (PLC) itu apa sih!

0 komentar
Kitoma Indonesia  - Programmable Logic Controller (PLC) merupakan suatu unit yang secara khusus dirancang untuk menangani suatu sistem kontrol otomatis pada mesin-mesin industri ataupun aplikasi lainnya. 

Sederhananya di dalam CPU PLC (Programmable Logic Controller) dapat digambarkan seperti kumpulan ribuan relay. Tetapi bukan berarti di dalamnya terdapat banyak relay dalam ukuran yang sangat kecil melainkan di dalam PLC berisi rangkaian elektronika digital yang dapat difungsikan seperti contact NO dan contact NC relay. 

Bedanya dengan relay bahwa satu nomor contact relay (NO/NC) dapat digunakan berkali-kali untuk semua instruksi dasar selain instruksi OUTPUT.

Jadi dapat dikatakan bahwa dalam suatu pemrograman PLC tidak diijinkan menggunakan output dengan contact yang sama.

Untuk membuat rancangan/modifikasi suatu sistem langkah-langkah yang harus diperhatikan adalah :
  1. Melakukan identifikasi permasalahan
  2. Membuat Flow Chart (diagram Alir)
  3. Membuat program dalam bentuk diagram ladder

PLC tidak lain adalah komputer digital yang mempunyai processor, unit memori, unit kontrol, dan unit I/O, akan tetapi PLC berbeda dengan komputer dalam beberapa hal, yaitu :
  1. PLC dirancang untuk berada di lingkungan industri yang mungkin banyak debu, panas, guncangan, dan sebagainya.
  2. PLC harus dapat dioperasikan serta dirawat dengan mudah oleh teknisi pabrik.
  3. PLC sebagian besar tidak dilengkapi dengan monitor, tetapi dilengkapi dengan peripheral port yang berfungsi untuk memasukkan program sekaligus memonitor data atau program.

PLC sebenarnya adalah suatu sistem elektronika digital yang dirancang khusus agar dapat mengendalikan mesin-mesin industri dengan proses mengimplementasikan fungsi nalar kendali sekuensial, timing (operasi pewaktuan), counting (pencacahan), dan aritmatika.

PLC banyak digunakan pada aplikasi-aplikasi industri, misalnya pada proses pengepakan, penanganan bahan, perakitan otomatis (automation) dan lain sebagainya. Dengan kata lain, hampir semua aplikasi yang memerlukan kontrol listrik atau elektronik membutuhkan PLC.

Dengan demikian, semakin kompleks proses yang harus ditangani, semakin penting penggunaan PLC untuk mempermudah proses-proses tersebut (dan sekaligus menggantikan beberapa alat yang diperlukan).

Apa saja yang bisa dilakukan oleh PLC! Sebagian besar PLC (Programmable Logic Controller) dapat melakukan operasi sebagai berikut :
  1. Relay Logic
  2. Penguncian (Locking)
  3. Pencacahan (Counting)
  4. Penambahan
  5. Pengurangan
  6. Pewaktuan (Timing)
  7. Kendali PID
  8. Operasi BCD
  9. Manipulasi Data
  10. Pembandingan
  11. Pergeseran


Read more