Kitoma Indonesia - Programmable Logic Controller (PLC) merupakan
suatu unit yang secara khusus dirancang untuk menangani suatu sistem
kontrol otomatis pada mesin-mesin industri ataupun aplikasi lainnya.
Sederhananya di dalam CPU PLC (Programmable Logic Controller)
dapat digambarkan seperti kumpulan ribuan relay. Tetapi bukan berarti
di dalamnya terdapat banyak relay dalam ukuran yang sangat kecil
melainkan di dalam PLC berisi rangkaian elektronika digital yang dapat
difungsikan seperti contact NO dan contact NC relay.
Bedanya dengan
relay bahwa satu nomor contact relay (NO/NC) dapat digunakan
berkali-kali untuk semua instruksi dasar selain instruksi OUTPUT.
Jadi dapat dikatakan bahwa dalam suatu pemrograman PLC tidak diijinkan menggunakan output dengan contact yang sama.
Untuk membuat rancangan/modifikasi suatu sistem langkah-langkah yang harus diperhatikan adalah :
- Melakukan identifikasi permasalahan
- Membuat Flow Chart (diagram Alir)
- Membuat program dalam bentuk diagram ladder
PLC tidak lain adalah komputer digital yang mempunyai processor, unit memori, unit kontrol, dan unit I/O, akan tetapi PLC berbeda dengan komputer dalam beberapa hal, yaitu :
- PLC dirancang untuk berada di lingkungan industri yang mungkin banyak debu, panas, guncangan, dan sebagainya.
- PLC harus dapat dioperasikan serta dirawat dengan mudah oleh teknisi pabrik.
- PLC sebagian besar tidak dilengkapi dengan monitor, tetapi dilengkapi dengan peripheral port yang berfungsi untuk memasukkan program sekaligus memonitor data atau program.
PLC sebenarnya adalah suatu sistem elektronika digital yang dirancang khusus agar dapat mengendalikan mesin-mesin industri dengan proses mengimplementasikan fungsi nalar kendali sekuensial, timing (operasi pewaktuan), counting (pencacahan), dan aritmatika.
PLC banyak digunakan pada aplikasi-aplikasi industri, misalnya pada proses pengepakan, penanganan bahan, perakitan otomatis (automation) dan lain sebagainya. Dengan kata lain, hampir semua aplikasi yang memerlukan kontrol listrik atau elektronik membutuhkan PLC.
Dengan demikian, semakin kompleks proses yang harus ditangani, semakin penting penggunaan PLC untuk mempermudah proses-proses tersebut (dan sekaligus menggantikan beberapa alat yang diperlukan).
Apa saja yang bisa dilakukan oleh PLC! Sebagian besar PLC (Programmable Logic Controller) dapat melakukan operasi sebagai berikut :
- Relay Logic
- Penguncian (Locking)
- Pencacahan (Counting)
- Penambahan
- Pengurangan
- Pewaktuan (Timing)
- Kendali PID
- Operasi BCD
- Manipulasi Data
- Pembandingan
- Pergeseran

Posting Komentar