Cara Kerja Solenoid Valve
Solenoid
valve merupakan salah satu alat atau komponen kontrol yang salah satu
kegunaannya yaitu untuk menggerakan tabung cylinder, Solenoid Valve
merupakan katup listrik yang mempunyai koil sebagai penggeraknya yang
mana ketika koil mendapat supply tegangan maka koil tersebut akan
berubah menjadi medan magnet sehingga menggerakan piston pada bagian
dalamnya ketika piston berpindah posisi maka pada lubang keluaran A atau
B dari Solenodi Valve akan keluar udara yang berasal dari P atau
supply, pada umumnya Solenoid Valve mempunyai tegangan kerja 100/200 VAC
namun ada juga yang mempunyai tegangan kerja DC.Berdasarkan modelnya sv dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu solenoid valve single coil (satu kumparan) dan solenoid valve double coil (dua kumparan) tapi mempunyai cara kerja yang sama.
Seperti yang sudah dijelaskan diatas solenoid valve (SV), mempunyai lubang masukan dan keluaran didalamnya guna mengalirkan media yang digunakan, seperti udara yang nantinya akan digunakan untuk menggerakan penggerak seperti cylinder, rotary joint dll, namun ada permasalahan yang sudah umum yang terdapat pada udara, yaitu udara mengandung uap air disebabkan oleh kelembaban dan suhu yang terdapat di dalam pipa atau tabung receiver, kemudian udara tersebut kotor bisa juga dll, yang pada intinya semuanya itu dapat menyebabkan kerusakan pada alat.
Pada dasarnya solenoid valve rentan terhadap kerusakan yang diakibatkan dari kualitas udara yang buruk antara lain kotor, mengandung uap air dll sehingga dapat mempengaruhi kerja atau gerakan piston yang terdapat dibagian dalam solenoid valve, pada prinsipnya kondisi piston ini harus selalu bersih dan licin agar gerakannya selalu bebas dan tidak seret, lalu bagaimana proses terjadinya kerusakan, begini, ketika salah satu coil dari solenoid valve menggerakan piston, yang seharusnya piston bergerak dari posisi A ke posisi B, namun karena adanya kemacetan pada bagian piston, maka piston tidak bergerak sama sekali, akibatnya coil solenoid valve menjadi panas akibat dari beban atau piston yang tidak bergerak dan lama-kelamaan coil akan terbakar dan rusak sehingga tidak dapat bekerja lagi.
Ada beberapa penyebab kenapa solenoid valve mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan kembali dan akhirnya mesin pun akan mengalami kerugian yang cukup besar, pada intinya kerusakan solenoid valve adalah karena pistonnya macet akibat dari :
- Udara mengandung uap air yang cukup banyak, sehingga menimbulkan karat di blok solenoid valve.
- Udara kotor, sehingga lama-kelamaan kotoran akan menumpuk dipistonnya.
- Pada supply udara tidak ada tabung oiler / tabung pelumasan yang berfungsi untuk melumasi piston agar tetap licin dan dapat bergerak dengan bebas.
- Pada supply udara tidak ada tabung Air Filter yang berfungsi untuk menampung kandungan air agar tidak terbawa masuk ke blok solenoid, sehingga udara tetap kering.
Setelah diketahui duduk masalahnya, maka kita akan dengan mudah melakukan upaya pencegahannya, ternyata dari semua sebab diatas itu kalau disimpulkan adalah karena tidak adanya pelumasan dan air filter yang dapat melumasi piston dan dapat menyerap kandungan air sehingga tidak mengalir ke piston, maka dalam hal ini harus dipasang tabung oiler dan air filter, tabung oiler berisi cairan oil khusus yang digunakan untuk melumasi piston agar tidak macet.
Read more




















Proses
di industri seringkali memerlukan tenaga penggerak dari motor listrik
yang perlu diatur kecepatan putarnya untuk menghasilkan torsi dan
tenaga/daya yang diinginkan.

